JazeraEvent: Bedah Buku PGJ di Medan

Januari 15, 2010

Hadirilah Bedah Buku Perjalanan Gerakan Jihad

Hari: Ahad, 17 Januari 2010 mulai jam 09.00 WIB
Tempat: Masjid Dakwah Universitas Sumatera Utara (USU)
Pembicara: Ust. Abu Rusydan


PGJ di eramuslim

Januari 15, 2010

Tulisan Abu Mush’ab As-Suri di buku PGJ dijadikan artikel Tsaqofah Islamiyah di situs eramuslim.com. Berikut linknya


JazeraEvent: Bedah Buku PGJ di Bekasi

Desember 30, 2009

Hadirilah Bedah Buku Perjalanan Gerakan Jihad

Hari: Ahad, 3 Januari 2010 mulai jam 08.00 WIB

Tempat: Masjid Jami’ Al Azhar Jaka Permai Kalimalang, Bekasi.

Pembicara: Ust. Abu Jibril (Dakwah & Jihad, Sepasang Sayap Kebutuhan Umat) & Ust. Abu Rusydan (Sejarah, Eksperimen dan Evaluasi Pergerakan Jihad tahun 1930 – 2002)

Dapatkan diskon 30% pembelian buku PGJ di tempat acara


MENIMBANG LOGIKA AWAM

November 4, 2009

Mereka (orang munafiq) berkata, “Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah daripadanya”. Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi RasulNya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.” (Al Munafiqun:8)

Tak biasa, orang munafik turut serta dalam perang Bani Musthaliq. Kebetulan dua sahabat terlibat pertikaian saat itu. Adalah Jahjah bin Sa’id al Ghifari bertengkar dengan Sinan bin Wabr al Jahni di dekat telaga al-Muraisi. Dalam pertengkaran yang mengarah saling membunuh itu, Sinan berteriak, “Wahai kaum Anshar”, Jahjah juga berteriak, “Wahai kaum Muhajirin”.

Mendengar kejadian itu, tokoh munafik, Abdullah bin Ubay bin Salul berang dan berkata di depan kaum munafik, “Mereka (muhajirin) telah menyaingi dan mengungguli jumlah kita di negeri sendiri. Demi Allah, antara kita dengan orang-orang Quraisy ini tak ubahnya seperti ungkapan orang, “Gemukkan anjingmu, niscaya menerkammu. Demi Allah, jika kita telah sampai Madinah, orang-orang yang mulia pasti akan mengusir kaum yang hina (muhajirin)”. Zaid bin Arqam yang mendengarkan ucapan itu melapor kepada Rasulullah saw, dan Allah membenarkannya melalui ayat diatas.

***

“Demi Allah, jika kita telah sampai Madinah, orang-orang yang mulia pasti akan mengusir kaum yang hina (muhajirin)”, demikian ujaran Abdullah bin Ubay. Perkataan berbisa yang menyakitkan, muncul dari musuh dalam selimut yang tidak seperti biasa bersikap hipokrit, melainkan telah mengancam hendak mengusir Rasulullah beserta sahabatnya dari Madinah.

Umar bin Khattab yang mendengar berita itu berkata, “Wahai Rasulullah, izinkan aku memenggal leher orang munafik ini”. Sebuah permintaan izin yang berangkat dari kesimpulan atas layaknya hukuman mati bagi si Munafik. Tidak hanya Umar ra yang berkesimpulan demikian, para sahabat, sekembalinya mereka ke Madinah menunggu tindakan keras yang akan dilakukan Rasulullah terhadap kaum munafik. Mereka percaya Rasulullah saw bakal membunuh Abdullah bin Ubay. Desas-desus begitu santer, hingga Abdullah bin Abdullah bin Ubay, anak Abdullah bin Ubay, datang menemui Rasulullah dan berkata, “Saya mendengar engkau ingin membunuh ayahku. Jika benar, maka perintahkanlah aku. Aku bersedia membawa kepalanya kepadamu…”. Baca entri selengkapnya »


DERADIKALISASI

Oktober 23, 2009

Oleh: Bambang Sukirno (Direktur Jazera)

Tiga tahun sebelum runtuhnya Soviet, Daniel Pipes sudah meramalkan bahwa negeri komunis itu bakal runtuh. Ia kembali membuka map daftar musuh Amrik, dan terbitlah tulisan ” Fundametalist Muslim between Amerika and Rusia” di majalah foreign Affairs edisi musim panas 1986. Menurutnya, ganjalan masa depan Amrik terberat adah ‘Islamic law‘ (syariat Islam). Dalam kesempatan lain, ia menyatakan: “Kaum Fundamentalisme radikal merupakan bahaya yang sesungguhnya. Mereka adalah musuh yang lebih berbahaya bagi Amerika Serikat ketimbang kaum marxis, keberhasilan mereka mencapai kekuasaan nyaris selalu membahayakan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.” Z.A Maulani menuturkan hal ini dengan sangat baik dalam ‘Mengapa Barat Menfitnah Islam’.

Mengapa berbahaya? Karena Islam memiliki ideologi jihad. Islam juga mengajarkan berislam secara sempurna dalam institusi negara. Ideologi tentu menjadi ancaman jika menemukan ruang dan alatnya. Sekadar ideologi, tentu hanya sebentuk gambar yang tak menyeramkan. Anak kecil pun tidak akan pernah takut dengan gambar harimau. Dan di mata Amrik, madrasah Afghan sangatlah mengkhawatirkan. Sementara doktrin Jihad Islam tidak bisa mentolerir setiap ragam kedhaliman, terlebih kedhaliman yang menimpa umat Islam. Padahal agenda politik Amrik jelas: mendukung pendudukan Palestina oleh Israel apapun resikonya. Disini dua kepentingan tidak akan saling bertemu. Dan dua kekuatan itu berpotensi untuk meletup.

Hujan tanpa mendung tentu mengagetkan. Dalam setiap aktivitas, terlebih pada level negara, logika pembenaran harus selalu ada. Jika tak ada sekalipun, logika pembenaran haruslah tetap diciptakan. Itulah politik. Dan itulah yang tersirat dari pernyataan Condoleezza Rice kepada seorang wartawan pasca 11 September: “Amerika Serikat selama ini sangat sulit untuk merumuskan kepentingan nasionalnya dengan runtuhnya Uni Soviet… Saya rasa, peristiwa 11 September merupakan salah satu gempa-bumi yang membuat jelas dan mempertajam. Peristiwa-peristiwa kini memperlihatkan relief yang lebih tajam…” Ya.. Amrik seolah mendapat durian runtuh; sebuah momentum yang lama ditunggu-tunggu untuk ‘rumusan kepentingannya’. Dan kepentingan itu, sebagaimana tertuang jelas dalam pecahan uang satu dolar, adalah Novus Ordo Seclorum (Tata Dunia Baru). Sebuah missi yang sangat ideologis dan menghalalkan segala cara. Baca entri selengkapnya »


POLITICAL JIHAD

Oktober 9, 2009

Oleh: Bambang Sukirno (Direktur Jazera)

“Kita asyik dengan pertarungan militer, sukses menempa hati ikhlas, berhasil menciptakan cinta mati syahid.  Tetapi, kita lalai memikirkan kekuasaan (politik). Kita tak sepenuh hati menggelutinya. Kita masih memandang bahwa politik adalah barang najis. Akhirnya, kita sukses mengubah arah angin; kemenangan dengan pengorbanan yang mahal bisa kita raih. Tetapi, menjelang babak akhir, saat kemenangan siap dipetik, musuh-musuh melepaskan tembakan ‘rahmat’ untuk menjinakkan kita.” (Tokoh Jihad Afghan Arab)

Kalimat di atas dikutip syaikh Hazim Al-Madani dalam “Hakadza Naral-Jihad” (begini jihad yang kami pahami). Ia sering mendengar ungkapan itu sejak dulu kala. “Kalimat itu sangat populer di kalangan mujahidin Afghan, ada yang sepakat dan ada pula yang tidak,” demikian kenangnya. Kini, ia mulai menemukan relevansinya ketika banyak merenungkan perkembangan gerakan jihadis akhir-akhir ini. Berikut lanjutan refleksinya:

“Sayap siyasi yang aku maksud bukanlah politik kotor yang dipamerkan para penyembah dunia; politik yang mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan; politik yang menyamarkan kebenaran atau menguranginya. Tidak, sekali lagi tidak. Politik yang aku maksud adalah politik yang kita baca dari cara Nabi SAW dalam mengelola umat; baik dalam masalah sosial, dakwah, dan jihad di medan tempur. Kita mempunyai teladan yang baik dalam persoalan ini.”

Islam will be dominate the worldMenurut syaikh, lalai dalam perundangan ini hanya akan menghantarkan generasi berganti generasi tanpa ujung. Karena begitulah perundangan Rasulullah. Bukankah ada hukum sebab akibat? Dan bukankah kita diperintahkan untuk ahdzul asbab? (menempuh prosedur kemenangan). Dan beliau menegaskan tentang ‘ujung’ dari perjuangan dalam kalimat berikut:

“…Masa depan kita bukanlah semata-mata cita-cita egoistis untuk mati syahid, bukan pula semata sukses melewati ujian dunia. Masa depan kita adalah masa depan yang akan kita wariskan kepada generasi penerus. Sebuah kekuasaan di bawah naungan Al-Qur’an dan bukan kekuasaan konstitusi manusia. Karenanya, kita wajib mengorbankan segenap jiwa dan raga untuk menggapainya.”

Baca entri selengkapnya »


Abu Mushab As-Suri, Siapakah Beliau?

Oktober 7, 2009

Abu Mushab As-Suri merupakan nama panggilan dari Mushthafa bin Abdul Qadir Sit Maryam Nashar. Dikenal pula sebagai pemilik nama pena Umar Abdul Hakim. Lahir di Aleppo, Suriah pada 1958. Tumbuh dan berkembang di sana hingga menempuh studi selama empat tahun di Jurusan Teknik Mesin Universitas Aleppo.

Pada 1980 bergabung dengan kelompok Thali’atul Muqatilah, pecahan militan dari Ikhwanul Muslimun pimpinan Marwan Hadid yang mengangkat senjata terhadap rezim Hafizh Al-Asad. Beliau kemudian berhijrah ke Yordania pada akhir tahun yang sama karena terus diburu pemerintah Suriah. Selanjutnya, beliau berpindah-pindah dari Yordania, Iraq, Prancis, hingga akhirnya menetap di Spanyol pada 1985.

Pada 1987, beliau berangkat ke Pakistan untuk berpartisipasi dalam jihad Afghanistan melawan Uni Soviet. Di sana, beliau berjumpa dengan Dr. Abdullah Azzam dan menjalin kedekatan hingga meninggalnya sang doktor pada 1989. Dari 1988 hingga 1992, Abu Mushab menjadi anggota Majelis Syura Maktab Khidmat Al-Mujahidin pimpinan Usamah bin Ladin. Nama beliau meroket di kalangan mujahidin lewat karya setebal 900-an halaman berjudul At-Tajarrubah Al-Jihadiyyah fi Suriya (Pengalaman Jihad di Suriah) yang terbit di Peshawar pada 1991. Beliau baru kembali ke Spanyol pada tahun 1992.

Kontribusi selanjutnya adalah di bidang penerbitan. Pindah ke London pada 1994, beliau menggawangi majalah Al-Anshar milik Al-Jama’ah Al-Islamiyyah Al-Musalahah (Aljazair) bersama Abu Qatadah Al-Filasthini (Umar bin Mahmud), yang dianggap sebagai pemimpin spiritual Al-Qaidah di Eropa.  Beliau kemudian mendirikan Islamic Conflict Studies Bureau, Ltd. pada 1997 bersama dengan rekannya Abu Khalid As-Suri, utusan Usamah bin Ladin. Pada 1997, kantor media tersebut sukses memfasilitasi BBC dan CNN untuk mewawancarai Usamah bin Ladin dan menyiarkannya lewat televisi satelit untuk pertama kalinya. Sebuah momen yang menimbulkan kesan mendalam bagi Peter Bergen, wartawan CNN yang meliput wawancara tersebut dan menghabiskan beberapa hari di kantor As-Suri, “Dia sangat teguh dan sangat cerdas. Dia nampak seperti seorang intelektual sejati, sangat mengenal sejarah, dan mempunyai tekad yang sangat kuat untuk mencapai tujuan. Dia membuatku tertarik lebih daripada bin Ladin.”

Baca entri selengkapnya »


Resensi Buku: Perjalanan Gerakan Jihad (1930-2002) Sejarah, Eksperimen, dan Evaluasi

Oktober 6, 2009

tayar jihadi KON2

Judul Buku : PERJALANAN GERAKAN JIHAD (1930-2002) Sejarah, Eksperimen, dan Evaluasi // Penulis : Abu Mushab As-Suri // Penerjemah : Agus Suwandi // Penerbit : Jazera // Ukuran : 19 x 24 cm // Halaman : 272

Khilafah Utsmaniyah secara resmi runtuh pada tahun 1924. Setelah melewati masa kemerosotan sejak awal abad 19, kekhilafahan Islam ini pun sirna sama sekali pada awal abad 20. Sebelumnya, negara-negara salib mencabik-cabik wilayah kekuasaan Khilafah Utsmaniyah untuk kemudian membagi-baginya saat keruntuhan khilafah diumumkan. Daulah Utsmaniyah jatuh, berganti fase kolonialisme. Keguncangan tersebut menimbulkan reaksi dalam dunia Islam yang kemudian melahirkan berbagai gerakan Ash-Shafwah Al-Islamiyah (Kebangkitan Islam) dengan berbagai bentuk dengan tujuan mengembalikan kekhilafahan Islam, pemerintahan Islam, dan kebangkitan Islam.

Disebutkan ada enam kelompok gerakan kebangkitan Islam: (1) Ikhwanul Muslimin (IM), (2) gerakan yang serupa dengan IM: Hizb Ar-Rafah (Partai Kesejahteraan) di Turki dan Jamaah Islamiyah di Pakistan, (3) Hizbut Tahrir yang mulai tumbuh di Yordania dan Palestina, (4) Aliran Ishlahi Tarbawi (Reformasi Pendidikan), (5) Jamaah Tabligh dan Dakwah yang lahir di anak benua India, dan (6) Gerakan Salafi dan aliran ahli hadits karena mereka melihat banyaknya bid’ah yang merasuk ke dalam keyakinan kaum muslimin.

Ringkasan perjalanan gerakan kebangkitan Islam dari tahun 1930 hingga 2003 disebutkan di awal buku. Termasuk tentang berbagai tahapan pembentukannya hingga membagi berbagai gerakan tersebut menjadi yang beraliran politik, beraliran non politik, beraliran jihadi, dan beraliran menyimpang, dan bagaimana aktivitas mereka pascaserangan 11 September 2001 terhadap gedung WTC di AS.

Baca entri selengkapnya »


SELAMAT DATANG

September 28, 2009

Selamat Datang di Blog perjalanangerakanjihad dot wordpress dot com, ikuti informasi dan diskusi menarik tentang pergerakan Islam yang terbuka buat siapa saja.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.